Dua alasan di atas perlu dicermati dan direnungkan secara lebih seksama. Tuhan Yesus tidak sedang mengajarkan alasan pragmatis, misalnya mengasihi musuh karena kasih akan mengubah lawan menjadi kawan. Ini bukan tentang apa yang bermanfaat, melainkan apa yang tepat. Tuhan Yesus juga tidak sedang mendorong kita melalui semboyan populer “kebaikan pasti menang melawan kejahatan.” Kebaikan memang pasti menang, tetapi tidak selalu terjadi pada masa kini. Jika kita hanya berkutat pada alasan-alasan pragmatis, kita pasti akan merasa kecewa dan putus asa. Banyak orang jahat yang tetap dalam kejahatan mereka. Kebaikan kita seringkali tidak mengubah mereka.
Kasihilah Musuhmu
September 19, 2019