Renungan Berjalan bersama Tuhan

Kejarlah Kebenaran dan Kasih

Kejarlah Kebenaran dan Kasih

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

“Siapa mengejar kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan.” (Amsal 21:21)

Kebenaran dan kasih harus kita kejar terus karena kebenaran dan kasih itu sangat jauh dari kehidupan kita. Jelas bahwa dibutuhkan proses yang panjang untuk mendapatkan kebenaran dan kasih. Hal yang sangat penting di sini, yakni kita diajak untuk selalu ada dalam proses itu.

Dampak yang diperoleh dari orang yang mencari kebenaran dan kasih adalah “akan memperoleh kehidupan”. Memperoleh kehidupan. Apa maksudnya? Bukan berarti bahwa sebelumnya kita ini mati lalu sekarang menjadi hidup. Kita semua sekarang masih hidup dan belum mati. Namun, jangan lupa bahwa kita yang hidup sekarang ini sebenarnya sudah mati, yakni mati terhadap kebenaran. Ketika hidup kita berada di dalam dosa, maka seluruh kehidupan yang kita jalani adalah kehidupan yang mati. Paulus pernah mengatakan bahwa manusia yang berdosa adalah manusia yang sudah menindas kebenaran.

Dalam Roma 1:18 Paulus berkata, “Sebab murka Allah nyata dari surga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman.” Marilah kita mengingat pada waktu kita masih bersekolah, khususnya di Sekolah Dasar. Selama bersekolah, apakah kita pernah menyontek? Lalu, kapan pertama kali kita menyontek? Coba ingat kembali apa yang terjadi dengan diri kita, hati kita, jantung kita, tubuh kita saat pertama kali menyontek? Bukankah kita merasa ketakutan, keringat dingin membasahi tubuh, jantung berdetak cepat, tangan gemetar, dan sebagainya. Namun, dari pengalaman itu, apakah hal itu membuat kita berhenti menyontek? Tidak, bukan? Menyontek tetap berjalan sampai semuanya berhasil, bahkan mendapat nilai bagus. Selanjutnya, begitu mendapatkan nilai bagus, apakah hal itu membuat kita bertobat dan menyesal? Tidak, bukan? Selanjutnya, kita malah terus menyontek dengan tenang, suara hati yang mengingatkan pelanggaran terhadap kebenaran diabaikan.

Demikian juga dengan tindakan-tindakan lain, seperti perbuatan tidak jujur, berbohong dengan pasangan kita atau dalam pekerjaan, perselingkuhan dan pengkhianatan terhadap janji pernikahan, dan sebagainya. Ketika semua itu dilakukan pertama kali, pasti hati kita dipenuhi ketakutan dan jantung kita berdebar-debar. Akan tetapi, setelah sekian kali dilakukan, maka tindakan itu sudah menjadi biasa, bahkan tidak pernah merasa berdosa. Itulah yang dimaksud oleh Paulus bahwa kita orang berdosa mampu mematikan kebenaran yang mengingatkan hati kita. Kebenaran menjauh dari hidup kita, dan pada saat semakin jauh, di sanalah kematian terhadap kebenaran ada di dalam diri kita. Amsal mengatakan siapa yang terus mengejar kebenaran, akan memperoleh kehidupan. Manusia yang berdosa telah mati terhadap kebenaran, tetapi mereka yang hidupnya mencari kebenaran dalam firman Tuhan pasti akan memperoleh kehidupan dari kebenaran itu sendiri. Kebenaran dapat dikenal dengan baik, dapat dimengerti, dan dilakukan dalam hidup kita. Bukan itu saja, kebenaran itu akan memerdekakan kita. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *