Merasa tidak mendapatkan jawaban yang jelas, satpam itu menanyakan di mana anak-anak yang tadi bertengkar. Kedua orangtua itu pun menengok ke kiri dan ke kanan, mencari anak-anak mereka. Eh ternyata mereka sudah bergandengan tangan, tertawa-tawa, dan bermain bersama. Betapa malunya kedua orangtua itu.
“Si pemarah membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yang sabar memadamkan perbantahan” (Amsal 15:18).
Amsal ini mengategorikan orang dalam dua jenis: si pemarah dan orang yang sabar. Beda keduanya pun jelas. Si pemarah membangkitan atau menimbulkan pertengkaran. Si pemarah selalu melihat orang lain sebagai lawan. Si pemarah suka cari perkara.