Renungan Berjalan bersama Tuhan

Kenyang dengan Kebaikan

Kenyang dengan Kebaikan

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

“Setiap orang dikenyangkan dengan kebaikan oleh karena buah perkataan, dan orang mendapat balasan dari pada yang dikerjakan tangannya.” (Amsal 12:14)

Pernahkah Saudara kelaparan? Pasti. Bisa jadi karena kerja terus sampai lupa makan, atau berpergian jauh tidak sempat makan, atau makanan habis dan tidak ada yang menjual padahal sudah waktunya makan. Namun, kita semua juga pernah kekenyangan, bukan? Kalau ada kesempatan makan sebebas-bebasnya, sebanyak-banyaknya, sepuas-puasnya, pasti setelah itu kita kekenyangan. Kalau ditanya enak mana kelaparan atau kekenyangan, pasti semua akan menjawab enak kekenyangan. Ketika kelaparan, kita tidak bisa berbuat apa-apa: badan tidak enak, lemas, tidak bertenaga untuk melangkah apalagi bekerja. Sebaliknya, orang yang kekenyangan pada umumnya tetap dapat bersemangat melakukan aktivitas, antara lain “supaya makanannya turun”. Orang yang kekenyangan punya energi dan kekuatan untuk bekerja.

Amsal mengatakan tentang orang yang dikenyangkan dengan kebaikan. Ternyata yang perlu kenyang bukan perut fisik saja melainkan juga “perut moral”. Perut moral bisa kelaparan, kehausan, bahkan menjadi miskin dari kebenaran. Bagaimana bisa kenyang dengan kebaikan? Tidak lain oleh buah perkataan. Ternyata perkataan yang mengandung kebenaran firman Tuhan akan memberikan dampak besar bagi kebaikan. Sesungguhnya perkataan bisa menghasilkan dua hal, yakni yang baik dan yang jahat, tergantung dari sumbernya. Sumber kebenaran akan mengeluarkan kata-kata kebenaran, sementara sumber kejahatan akan mengeluarkan kata-kata yang jahat pula. Amsal memberikan nasihat agar perkataan kita mengeluarkan kebenaran, dengan demikian memberikan dampak kebaikan. Perkataan yang terus mengungkapkan kebenaran akan menghasilkan tindakan, dan tindakan itu memberikan dampak kebaikan. Tindakan itu adalah karya tangan. Tangan akan melakukan perintah dari kebaikan itu untuk melakukan kebaikan pula. Karena sumbernya kebenaran, buah yang keluar adalah kebaikan. Buah kebaikan yang dihasilkan memberikan dampak tidak hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga orang lain. Kalau dalam hidup ini kita terus mengenyangkan perut dengan makanan, marilah kita juga mengenyangkan diri dengan kebaikan, sehingga tangan kita juga mengerjakan kebenaran dan orang lain juga merasakan buah-buah kebaikan kita dan boleh mengenal kasih karunia-Nya.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, sertailah aku supaya hidupku terus-menerus mengenyangkan dengan kebaikan. Buatlah supaya tanganku bekerja menghasilkan kebaikan, sehingga orang lain melihat hasil tangan yang kukerjakan, yaitu memuliakan dan menyenangkan hati Tuhan. Sertailah aku dalam pekerjaan, pelayanan, dan perhatian kepada orang lain dalam bermasyarakat.
  2. Tuhan, pimpinlah kami sebagai gereja untuk terus-menerus mengingatkan kehidupan anggota jemaat Tuhan agar mereka terus mengenyangkan dengan kebaikan. Dengan demikian, tangan mereka menghasilkan kebaikan dan bukan batu sandungan. Melalui tangan mereka yang bekerja, semua bisa melihat bahwa mereka adalah orang yang takut akan Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *