Tuhan memberikan kepada manusia hati dan pikiran. Hati untuk merasakan respons orang lain, pikiran untuk merenungkan ulang perkataan dan perbuatan. Selama hati dan pikiran terus terbuka terhadap masukan, maka kebebalan menjauh dari hidup kita.
Namun, ketika kita tidak mau mendengar dan memikirkan respons dari sekeliling kita, diam-diam kebebalan akan merasuk ke dalam kehidupan kita.