Renungan Berjalan bersama Tuhan

Suka Tidur

Suka Tidur

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

“Janganlah menyukai tidur, supaya engkau tidak jatuh miskin, bukalah matamu dan engkau akan makan sampai kenyang” (Amsal 20:13)

Bukan joke atau gurauan jika Amsal mengatakan demikian! Bukankah tidur itu sesuatu yang alami? Orang yang mengantuk pasti ingin tidur. Jika ia melawan rasa kantuk itu, ia bisa sakit kepala atau vertigo. Tidur tetap menjadi kebutuhan setiap orang. Bahkan bagi orang-orang tertentu yang suka lembur kerja malam, mereka selalu kurang tidur. Kalau ada waktu untuk tidur panjang, itu merupakan waktu yang paling menyenangkan. Namun, Amsal mengingatkan, “Janganlah menyukai tidur.” Yang dimaksud Amsal adalah orang yang senang tidur melebihi waktu istirahat yang normal. Semua orang bekerja, ia tidur nyenyak. Sebenarnya, ia sudah mendapatkan waktu tidur yang cukup, tetapi baginya tetap kurang. Orang yang demikian bisa meninggalkan tanggung jawabnya, tidak mau bekerja, malah menikmati tidurnya.

Maka dari itu, Amsal menyebutkan bahwa orang yang demikian itu akan jatuh miskin. Namun, jangan dibalik bahwa orang miskin pasti senang tidur! Tidak demikian! Banyak orang miskin yang bekerja keras, bahkan kurang tidur. Semangat orang miskin tidak kalah dengan orang kaya. Orang miskin juga pekerja keras karena mereka sadar bahwasanya kalau mereka tidak bekerja keras, mereka tidak bisa makan. Menurut kitab Amsal, orang yang tidak bertanggung jawab dalam pekerjaannya dan lebih memilih untuk tidur, tidak akan berhasil dalam hidupnya. Bila ia tergolong orang yang berkecukupan dan suka tidur, maka suatu hari kelak ia akan jatuh miskin. Terlebih lagi orang miskin yang suka tidur, ia tidak akan makan hari itu. Bagaimana mungkin ia bisa berhasil jika waktu kerja dipakai untuk tidur?

Di sisi lain, kitab Amsal membandingkannya dengan membuka mata, “Janganlah menyukai tidur … bukalah matamu.” Oh betapa beratnya untuk terus membuka mata bila orang sudah mengantuk karena kurang tidur! Kitab Amsal tidak menujukan perkataan itu kepada orang yang kurang tidur, tetapi kepada orang yang menyukai tidur! “Bukalah matamu dan engkau akan makan sampai kenyang”, artinya lakukanlah aktivitas kerjamu seperti orang yang makan sampai kenyang dan puas. Ada gairah semangat ketika melakukan aktivitas kerjanya. “Bukalah matamu” tak lain mengingatkan agar jangan sampai kita melewatkan kesempatan yang dapat diraih. Kesempatan tidak pernah terulang kembali. Kesempatan hanya terjadi satu kali, dan tidak bisa kembali. Kesempatan berjalan seiring dengan waktu. Pakailah kesempatan untuk berkarya, maka Anda akan menjadi orang yang diberkati. Bagi orang yang suka tidur, ia tidak akan menikmati berkat Tuhan dengan baik. Buka mata, bekerja, dan lakukan aktivitas yang sesuai dengan waktu yang Tuhan berikan. Tidurlah sesuai dengan waktu tidur karena tidur itu akan memulihkan segala kelelahan kerja sepanjang hari. Dari sanalah berkat Tuhan dicurahkan. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *