Renungan Berjalan bersama Tuhan

Lidah Lembut dan Lidah Curang

Lidah Lembut dan Lidah Curang

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

“Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati” (Amsal 15:4)

Dalam ayat 2, Amsal mengatakan bahwa lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, dan ayat 4 menyebutkan bahwa lidah lembut adalah pohon kehidupan. Lalu, ayat-ayat itu disejajarkan dengan mulut orang bebal dan lidah curang. Masing-masing mempunyai dampaknya sendiri. Di antara pembahasan lidah dalam ayat 2 dan 4, Amsal membahas dalam ayat 3 tentang mata Tuhan ada di segala tempat. Apa maksudnya di sini? Amsal ingin mengingatkan kita bahwa apa pun yang kita katakan tidak terlepas dari pengawasan Tuhan, baik terhadap lidah lembut atau bijak, maupun terhadap mulut orang yang bebal atau lidah curang. Tuhan terus mengawasi di mana pun kita berada dan apa saja yang kita katakan dalam segala urusan hidup kita.

Dalam Amsal 15:4 dikatakan “lidah lembut”, apa maksudnya? Bukan berarti lidah tidak bertulang, maka menjadi lembut. Tentunya lembut di sini dalam arti kiasan, yang berarti apa yang kita katakan kepada orang lain akan lebih baik jika diucapkan dengan cara yang lembut dan bukan dengan cara yang kasar. Entah kita berbicara atau kita menjawab pertanyaan orang lain, katakanlah dengan lembut. Lembut juga mempunyai arti bahwa perkataan-perkataan dari orang yang tahu tata karma; tahu aturan; sopan santun; dan juga tahu dengan siapa kita berbicara: apakah sedang berkata-kata dengan anak kecil, orang dewasa, atau orangtua; lalu dengan cara apa kita berkomunikasi dengan orang lain. Kalau cara dan sikap seperti ini kita lakukan dalam berelasi dengan orang lain, pasti akan menjadi berkat karena kata-kata yang dikeluarkan bukan kata-kata yang menyakitkan hati, melainkan sebaliknya, memberikan kekuatan, pengharapan, dan semangat juang.

Amsal menyebutkan bahwa lidah yang lembut dikaitkan dengan “pohon kehidupan”. Yang dimaksud adalah perkataan yang lembut akan memberikan dampak “kehidupan”, bukan kematian. Kehidupan berarti ada dinamika, ada organ yang terus bertumbuh dan berkembang, terus bergerak semakin besar dan meluas. Tidak puas dengan apa yang sudah didapatnya, melainkan akan terus berusaha semakin lebih baik lagi. Tidak mau tinggal di bangku TK atau SD saja, tetapi mau terus bertumbuh sampai ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Pertumbuhan itu sangat dipengaruhi dengan apa yang dikatakan oleh orang lain. Kata-kata yang lembut akan membangun kehidupan yang benar. Lain halnya jika lidah itu curang, penuh kebohongan, tidak ada kejujuran, selalu berubah-ubah sehingga tidak bisa dipercaya lagi. Maka lidah yang mengeluarkan kata-kata itu akan melukai hati, bahkan mematikan orang lain. Semakin banyak orang yang terluka hatinya, pasti mereka tidak dapat bertumbuh dengan sehat. Kata-kata curang akan mematikan hidup seseorang. Marilah kita membangun dengan lidah yang lembut. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *