Amsal menyebutkan bahwa lidah yang lembut dikaitkan dengan “pohon kehidupan”. Yang dimaksud adalah perkataan yang lembut akan memberikan dampak “kehidupan”, bukan kematian. Kehidupan berarti ada dinamika, ada organ yang terus bertumbuh dan berkembang, terus bergerak semakin besar dan meluas. Tidak puas dengan apa yang sudah didapatnya, melainkan akan terus berusaha semakin lebih baik lagi. Tidak mau tinggal di bangku TK atau SD saja, tetapi mau terus bertumbuh sampai ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Pertumbuhan itu sangat dipengaruhi dengan apa yang dikatakan oleh orang lain. Kata-kata yang lembut akan membangun kehidupan yang benar. Lain halnya jika lidah itu curang, penuh kebohongan, tidak ada kejujuran, selalu berubah-ubah sehingga tidak bisa dipercaya lagi. Maka lidah yang mengeluarkan kata-kata itu akan melukai hati, bahkan mematikan orang lain. Semakin banyak orang yang terluka hatinya, pasti mereka tidak dapat bertumbuh dengan sehat. Kata-kata curang akan mematikan hidup seseorang. Marilah kita membangun dengan lidah yang lembut. Amin.
Lidah Lembut dan Lidah Curang
October 2, 2018