Renungan Berjalan bersama Tuhan

Maukah Kita Berubah?

Maukah Kita Berubah?

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Yohanes 21:15-19

Pengalaman hidup selalu terjadi pada masa lampau, dan bukan pada masa mendatang. Bagaimana dengan waktu yang sudah kita lalui? Biasa-biasa saja atau ada yang baru? Tetap monoton atau ada perubahan? Tentunya kita berharap bahwa kita telah berubah menjadi lebih baik dan benar, bahkan meningkat mencapai kedewasaan, baik dalam hal karakter atau kepribadian kita, maupun dalam hal pengenalan kita akan Yesus Kristus. Proses kedewasaan itulah yang dikehendaki Tuhan. Dia bukan saja menghendaki agar kita terus berusaha serupa dengan-Nya, melainkan juga berubah menjadi lebih baik dalam relasi kita dengan orang lain, khususnya di dalam keluarga atau pekerjaan kita sehingga membawa damai sejahtera, sukacita, dan keharmonisan. Kita diharapkan menjadi berkat bagi orang lain.

Jika perubahan itu kita harapkan, bagaimana kita mengusahakannya? Pertanyaan ini sangat penting kita gumulkan. Kadang-kadang kita berniat untuk berubah, tetapi ketika mau menjalaninya terasa begitu berat, sehingga perubahan itu tinggal keinginan belaka dan tidak pernah terwujud. Akhirnya, kita bahkan ditertawakan oleh orang lain, dan mungkin juga menertawakan diri sendiri.

Memang tidak mudah “berperang” melawan diri sendiri. Ada begitu banyak alasan yang dapat kita katakan untuk membela diri yang sebenarnya enggan berubah. Bahkan ada orang yang memutarbalikkan kebenaran sehingga mendapatkan hukuman dari Tuhan. Yesaya berkata, “Celakalah mereka yang menyebutkan kejahatan itu baik dan kebaikan itu jahat, yang mengubah kegelapan menjadi terang dan terang menjadi kegelapan, yang mengubah pahit menjadi manis, dan manis menjadi pahit” (Yesaya 5:20).

Namun, ini bukan berarti tidak ada jalan keluar. Justru di sinilah kita merasa betapa lemahnya diri kita. Kita sama sekali tidak memiliki kekuatan untuk mengubah diri: dari yang salah menjadi benar, dari yang rusak menjadi baik. Untuk itulah kita membutuhkan Tuhan Yesus secara pribadi dalam hidup kita. Dialah yang akan bekerja mengubah diri kita. Firman-Nya akan menuntun kita untuk berubah. Lihatlah kehidupan Petrus yang benar-benar berubah setelah bertemu dengan Tuhan Yesus yang bangkit. Hanya di dalam Tuhan Yesus, perubahan hidup kita akan berjalan dengan sempurna (Yohanes 21:15-19). Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, ajarlah aku untuk terus mengenal Engkau yang bangkit dan hidup, Engkau yang telah mengalahkan maut dan memberikan kemenangan bagi semua orang yang percaya kepada-Mu.
  2. Tuhan, mampukanlah aku mengubah diriku, diawali dengan mengenal kelemahan, kekurangan, dan kebiasaan burukku. Setelah itu, ajarlah aku untuk mengubah apa yang tidak baik menjadi hal yang berkenan kepada-Mu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *