Di ayat 35 dikatakan bahwa Tuhan Yesus berkeliling ke semua kota dan desa di Galilea dengan melakukan tiga hal utama: mengajar, memberitakan Injil Kerajaan Allah, serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Semua ini digerakkan oleh “belas kasihan Tuhan Yesus kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.” (ayat 36). Tuhan Yesus tidak sekadar bersimpati, namun juga berempati kepada yang menderita. Orang yang menderita tidak pernah menjadi objek dari kebaikan hati-Nya, tetapi menjadi subjek yang ditempatkan sebagai sahabat dan saudara. Mereka bukan sasaran pemberian bantuan “super mie”, tetapi menjadi sahabat di mana kita ikut merasakan kesedihannya dan terlibat dalam menangani penderitaannya.
NGLAKONI
August 28, 2020