Renungan Berjalan bersama Tuhan

Orang yang Serong Lidahnya Berputar-putar

Orang yang Serong Lidahnya Berputar-putar

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

“Orang yang serong hatinya tidak akan mendapat bahagia, orang yang memutar-mutar lidahnya akan jatuh ke dalam celaka” (Amsal 17:20)

Dalam sebuah penelitian pernah diungkapkan bahwa orang-orang yang berani tidak jujur, sering berbohong, tidak selalu menepati apa yang dikatakannya, mereka ini lebih cepat mengidap penyakit jantung. Mengapa bisa demikian? Masalah utamanya terdapat di dalam hati nurani tiap-tiap orang karena hati nurani itu tidak dapat ditipu atau menipu. Ketika seseorang melakukan hal yang tidak jujur atau sering melakukan kebohongan, maka hati nurani itu terus mengingatkan; hati tidak bisa tinggal diam; hati akan terus berkata-kata baik siang maupun malam bahwasanya apa yang dilakukan itu tidak benar, apalagi kalau itu merugikan orang lain, mendatangkan kesusahan dan penderitaan bagi orang lain. Ketidaktenangan hati itu akan mengusik ketenangan jantung. Ternyata ada perubahan dari daya kerja jantung yang biasanya berdetak normal, kini menjadi tidak normal. Jantung berdetak lebih cepat, bahkan bisa berdebar-debar. Tidak hanya itu, hati yang tidak tenang juga bisa menghasilkan keringat dingin yang mengucur ke seluruh tubuhnya.

Jika sudah demikian, maka orang tersebut menjadi salah tingkah, bicaranya tidak sinkron. Apalagi kalau kebohongannya terbongkar, tertangkap basah, maka ia akan semakin banyak melakukan kesalahan. Itulah polah tingkah dari orang-orang yang sering berlaku serong. Yang dimaksud oleh Amsal adalah orang-orang yang tidak mampu melakukan janji yang benar kepada dirinya sendiri. Karena sebelum melakukan hal-hal yang tidak benar, ia sudah bergumul dengan hati dan pikirannya sendiri. Akhirnya, ia tidak jujur dengan dirinya sendiri, yang kemudian berdampak pada relasinya dengan orang lain. Tepat yang dikatakan oleh Amsal, orang itu akan memutar-mutar lidahnya, yaitu mengatakan apa saja untuk menutupi kesalahannya.

Bagaimana kalau sudah terbiasa berlaku tidak jujur atau berlaku serong? Amsal tetap mengatakan bahwa hidup orang itu tidak akan bahagia. Hidupnya akan terus dikejar-kejar banyak kesalahan yang telah dilakukannya. Akhirnya, orang yang demikian akan celaka karena perbuatan serong selalu disertai kata-kata yang tidak jujur pula. Tidak bisa dipisahkan antara perbuatan serong dan lidah yang berputar-putar. Orang yang perbuatannya serong semakin pandai bersilat lidah. Lidah bisa mengungkapkan sikap yang baik, jujur, bertanggung jawab dalam pekerjaan yang dilakukannya. Lidah juga bisa mengatakan bahwa pasangannya adalah suami yang setia atau istri yang baik, namun semuanya itu hanya silat kata. Ternyata dalam pekerjaannya, orang itu penuh dengan tipuan dan dalam kehidupan keluarganya, ia sudah berselingkuh selama bertahun-tahun. Namun jangan lupa, suatu saat Tuhan akan membongkar semua perbuatannya. Kejujuran dan kata-kata yang baik akan membawa pada kehidupan yang bahagia dan penuh sukacita. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *