Renungan Berjalan bersama Tuhan

Rancangan dan Pertimbangan

Rancangan dan Pertimbangan

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

“Rancangan terlaksana oleh pertimbangan, sebab itu berperanglah dengan siasat” (Amsal 20:18)

Seorang bapak sedang menanti antrean untuk mengambil rapor anaknya. Sambil menunggu panggilan guru kelas, ia mengobrol dengan para bapak lainnya. Mereka sedang melihat anak-anak melakukan permainan benteng-bentengan di halaman sekolah. Bapak itu berkata,, “Saya melihat anak ini sangat lihai ….” Bapak yang lain menyahut, “Lihai atau licik … yah sama saja sih.” Anak yang disebut lihai tadi adalah anak yang mempunyai taktik untuk menangkap lawannya. Di sisi lain, ada juga anak yang tenang, yang tidak cepat bertindak, kelihatannya pemikir, dan tidak mudah untuk melakukan sesuatu. Setelah merasa mantap, barulah anak itu bertindak.

Itulah yang dilihat oleh para orangtua. Itu hanya permainan benteng-bentengan, persaingan di antara anak-anak kecil dan juga permainan yang kita lakukan di masa lalu. Kalau kita ingat, ini memang hanya permainan, tetapi bukankah dalam permainan benteng-bentengan itu ada banyak rancangan yang dibuat agar dapat menembus musuh dengan selamat? Sama halnya dengan permainan catur yang banyak memikirkan rancangan dan strategi.

Ketika para bapak mengamati anak-anak yang sedang bermain, mereka menyadari bahwa sejak kecil, mereka sudah mempunyai kelebihan-kelebihan tertentu, entah itu bakat, talenta, karunia, atau keahlian-keahlian tertentu lainnya. Tuhan menciptakan setiap orang dengan keunikannya masing-masing. Maka sejak kecil, anak sudah mampu untuk berencana, berkelompok untuk mempertimbangkan pendapatnya, bahkan sudah pandai berargumentasi.

Amsal melihat bahwa Tuhan menciptakan manusia yang mampu berencana dan mempertimbangkan rencana itu dengan baik. Tuhan memberikan kemampuan kepada kita untuk bekerja sama, bukan hidup yang bersifat individual. Rancangan yang dilakukan dengan pertimbangan berarti dilakukan oleh lebih dari satu orang. Mengapa melalui pertimbangan itu lebih baik? Tak lain karena setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Setiap orang mempunyai sudut pandang yang berbeda-beda. Bagian penting yang tidak ditangkap oleh seseorang dan ditangkap oleh orang lain.

Jika semua perbedaan itu saling melengkapi, sudut pandang yang tidak sama itu bisa saling menunjang sehingga sempurnalah rancangan itu. Itulah pentingnya sebuah pertimbangan. Rancangan yang melalui pertimbangan yang matang akan terlaksana dengan baik dan berhasil. Kitab Amsal memberikan contoh yang sejajar seperti penggunaan siasat, strategi, dan pertimbangan yang matang untuk memenangkan perang. Lakukanlah segala perencanaan atau rancangan dengan pertimbangan yang baik, maka semua akan terlaksana dengan sempurna. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, ajarlah aku untuk menyukai pertimbangan orang lain. Jauhkan aku dari sikap yang merasa diri sendiri lebih pandai daripada orang lain sehingga aku mengabaikan pertimbangan-pertimbangan orang lain, padahal mereka dapat memberikan masukan yang baik dan yang tidak pernah kupikirkan sebelumnya. Ajarlah aku menjadi orang yang selalu membutuhkan orang lain untuk saling melengkapi, baik untuk kepentingan diriku sendiri maupun untuk kepentingan bersama.
  2. Tuhan, pimpinlah kami sebagai gereja untuk selalu membentuk team work yang baik dalam pelayanan. Jauhkan kami dari cara kerja yang bersifat individual, semua dikerjakan sendiri dan tidak bisa mempercayakan dan mendelegasikannya kepada yang lain. Tolonglah supaya kepemimpinan kami tidak menonjolkan diri sendiri, tetapi selalu bertumbuh bersama dalam team work yang baik. Berkatilah pelayanan kami dalam majelis jemaat, komisi-komisi, atau bidang, dan departemen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *