Renungan Berjalan bersama Tuhan

Sama Tapi Beda

Sama Tapi Beda

Yohanes 3:1-21

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Kita sering menjumpai banyak orang mengatakan bahwa “ikut Tuhan itu tidak usah terlalu fanatik, bukankah semua agama sama?” Memang benar apa yang dikatakan itu. Semua agama dan kepercayaan memang sama, tetapi ada bedanya juga! Apa yang sama dan apa yang beda? Pak Hoo lebih berpandangan bahwa semua agama itu sama dan Allah juga sama. Berbeda dengan Pak John yang mengatakan tidak sama. Lalu, Pak John berbicara tentang kebenaran firman Tuhan. Memang semua agama memiliki kesamaan. Pertama, semua agama mengajarkan tentang kasih. Mengasihi Allah dan mengasihi sesama. Tidak ada agama yang mengajarkan kebencian kepada sesama, yang ada adalah mengajarkan tindakan saling menolong dan gotong royong karena kasih. Kedua, semua agama mengajarkan bahwa semua manusia itu sudah jatuh ke dalam dosa dan pada akhirnya manusia akan mati. Tidak ada agama yang mengajarkan bahwa manusia itu tidak berdosa dan tidak bisa mati.

Ketiga, semua agama mengajarkan kehidupan moral yang baik. Berbuat baik kepada sesama merupakan nilai yang utama dalam kehidupan beragama; hidup yang memiliki sopan santun, hormat kepada orangtua, menghargai orang lain, dan sebagainya. Keempat, semua agama mengajarkan adanya surga dan neraka. Semua agama mengakui bahwa orang yang baik akan masuk ke surga dan orang yang jahat akan masuk ke neraka. Realitas surga dan neraka dipercayai dengan baik sebagai alamat terakhir dari hidup manusia. Kelima, semua agama mengakui bahwa di balik kematian ada kehidupan. Setelah orang meninggalkan dunia ini, maka di balik kematian tetap ada kehidupan yang membawa manusia pada dua jalan, yakni masuk ke surga atau ke neraka. Semua manusia akan menghadapi takhta pengadilan Allah untuk kemudian dinyatakan masuk ke surga atau ke neraka. Itulah nilai-nilai kesamaan dalam kehidupan semua agama.

Tetapi ada hal yang tidak sama dengan kekristenan, kata pak John. Dalam kekristenan dinyatakan dengan jelas bahwa manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa akan menerima upah, yaitu maut. Paulus mengatakan, “Sebab upah dosa ialah maut” (Roma 6:23). Manusia tidak mungkin bisa menyelamatkan dirinya dengan cara apa pun karena manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa adalah manusia yang tidak mampu berbuat baik. Dalam Roma 3:10-11 dikatakan: “Seperti ada tertulis: ‘Tidak ada yang benar, seorang pun tidak. Tidak ada seorang pun yang berakal budi, tidak ada seorang pun yang mencari Allah.’” Jadi, tidak mungkin manusia dapat menyelamatkan dirinya sendiri dengan cara apa pun. Hanya dengan satu cara manusia dapat diselamatkan, yakni melalui Tuhan Yesus Kristus, Allah yang datang ke dunia menjadi manusia. Dialah yang menebus segala dosa kita. Efesus 2:8-9 berbunyi, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” Maka dari itu, ketika Tuhan Yesus datang ke dalam dunia, Dia yang adalah Allah yang menjadi manusia, rela menderita untuk menanggung segala dosa kita hingga mati di atas kayu salib.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *