Renungan Berjalan bersama Tuhan

Sayang, Aku Mendoakanmu

Sayang, Aku Mendoakanmu

Yakobus 5:12-20

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Doa sebenarnya dapat menjadi pengalaman yang unik dalam hidup kita. Sayangnya, ada orang yang belum merasakan kuasa doa dalam hidupnya. Biasanya ia berdoa karena rutinitas belaka, tidak ada kontak hati dengan Tuhan. Ia berdoa jika ingat dan sempat saja, lalu merasa bosan. Namun, ada orang yang benar-benar percaya bahwa hanya dengan doa, hidupnya akan dijalani dengan tenang. Doa menjadi sarana untuk bergantung pada Tuhan. Doa bukan sekadar rutinitas, melainkan sudah menjadi kebutuhan dalam hidupnya. Ia berdoa sejak bangun tidur, saat bekerja, sampai menjelang tidur lagi. Apa pun yang terjadi di dalam perjalanan hidupnya, ia selalu berdoa. Akhirnya, ia mengalami kuasa doa dan mukjizat. Oleh karena doa benar-benar mendatangkan kuasa dan berkat, maka doa dianggap sangat penting dalam hidupnya. Dari dua macam orang di atas, Anda termasuk yang mana?

Saya yakin kita semua mengenal apa itu doa. Bagaimana kita berdoa? Masing-masing kita mempunyai cara sendiri dalam berdoa. Doa adalah sarana yang Tuhan berikan kepada kita untuk mengenal kehendak-Nya dalam hidup kita. Doa menjadi sarana komunikasi antara kita dan Allah. Ada banyak cara yang bisa kita pakai untuk berdoa sesuai dengan kondisi, kebiasaan, dan budaya kita. Yang paling penting dalam berdoa adalah isi dari doa itu, apa yang kita bicarakan dengan Tuhan dalam doa kita. Apakah kita selalu mendoakan hal yang sama dengan gaya bahasa yang sama setiap saat? Apakah kita berdoa sesuai kebutuhan kita dan apa yang terjadi setiap saat? Pokok-pokok doa apa saja yang paling banyak kita panjatkan kepada Tuhan? Kebutuhan-kebutuhan apa saja yang kita mohonkan agar Tuhan memenuhinya? Apakah kita selalu mendoakan keluarga kita? Apakah kita memanjatkan doa yang khusus untuk kebutuhan keluarga kita sendiri? Alangkah indahnya apabila setiap anggota keluarga terus belajar untuk saling mendoakan! Betapa manisnya jika kita bisa berkata, “Sayang, aku mendoakanmu.” Malangnya, kita cenderung berdoa demi kebutuhan pribadi kita. Kita lupa mendoakan kebutuhan sesama.

Yakobus berkata, “Hendaklah kamu saling mendoakan, doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya” (Yakobus 5:16). Ia mengingatkan agar kita berdoa bukan untuk kepentingan diri sendiri, melainkan juga untuk orang lain. Kita harus saling mendoakan. Dan doa itu dinaikkan dengan penuh keyakinan. Doa yang demikian itu besar kuasanya. Jangan meremehkan kuasa doa dalam hidup kita. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, ajarlah aku bukan cuma mendoakan kepentingan pribadiku, melainkan juga menaikkan doa syafaat dengan segenap hati dan penuh percaya.
  2. Tuhan, pimpinlah kami dalam Persekutuan Doa agar setiap doa yang kami naikkan bukan hanya seputar kebutuhan gereja kami, melainkan juga kebutuhan gereja-gereja lainnya. Ingatkan kami juga untuk mendoakan pemerintah, bangsa dan negara, serta para pemimpin bangsa di dunia ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *