Renungan Berjalan bersama Tuhan

Kecanduan Bekerja Keras

Kecanduan  Bekerja Keras

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Matius 6:25-34

Bila kita mengamati seluruh kehidupan di alam semesta ini, tidak ada satu pun makhluk hidup yang tidak bekerja. Bekerja adalah usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun, manusia bekerja bukan hanya agar bisa makan dan minum karena sesungguhnya kita juga menjalankan amanat Tuhan yang memerintahkan kita untuk menguasai seluruh bumi yang telah diciptakan-Nya. Kita dipanggil untuk memelihara seluruh ciptaan-Nya yang sempurna bagi kelestarian alam semesta ini. Sayangnya, ada manusia yang bekerja karena terdorong untuk memenuhi kepuasan egonya. Ia menggilai pekerjaannya ataupun hasil pekerjaannya. Orang yang menggilai pekerjaannya akan lebih mengutamakan kerja daripada yang lain. Kalau hasil kerjanya belum mencapai yang diinginkannya, maka ia akan bekerja lebih keras tanpa henti. Pikiran orang seperti ini hanya dipenuhi dengan kerja dan kerja. Ia tidak akan memedulikan hal lain, orang lain, ataupun kesehatannya sendiri.

Bekerja mirip dengan hubungan asmara sepasang sejoli. Ketika memulai suatu pekerjaan, kita masih meraba-raba apakah pekerjaan itu cocok atau tidak. Kita akan berjuang untuk bertahan dan berkembang. Setelah periode tertentu perlahan-lahan kita akan mulai bisa beradaptasi dan mulai berani mengerjakan hal yang lebih besar. Mungkin kita memulai dengan rasa takut atau bahkan rasa tidak senang. Namun, berkat ketekunan, kita bisa menyukai pekerjaan itu. Ada hasil dan kesuksesan yang dilakukannya. Setelah melewati tahap tersebut, maka pekerjaan sudah melekat dengan hidup kita dan tak terpisahkan ibarat suami istri. Pekerjaan itu sudah menjadi seperti pasangan kita, bahkan bisa lebih dari itu! Dari segi perhatian dan dedikasi, dari sudut pengorbanan, maka  pekerjaan telah mengambil banyak tempat dalam hidup kita. Tak heran apabila Yesus mengingatkan kita agar tidak khawatir tentang “hidup” kita yang jelas jauh lebih berharga dari segala yang ada di dunia ini. Katanya, “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting daripada makanan dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian?” (Matius 6:25).

Pekerjaan kita bisa dianggap tidak benar apabila dikerjakan dalam konteks kekhawatiran dan ketakutan untuk upaya pemenuhan kepuasan diri kita dengan mengorbankan kesehatan dan kekuatan tubuh, terlebih bila mengorbankan orang-orang di dalam keluarga kita. Kerjakan pekerjaan kita dengan seimbang, bukan untuk memuaskan diri dan berakhir pada kecanduan. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, ajarlah aku untuk bekerja dengan kendali penuh. Aku tidak ingin melupakan kesehatan tubuhku dan orang-orang yang kukasihi. Ajarlah aku membagi waktu dengan baik dan penuh tanggung jawab.
  2. Tuhan, ajarlah kami untuk bekerja sesuai dengan etika yang benar, tidak menghalalkan segala cara untuk menguntungkan diri sendiri. Pimpinlah gereja-Mu agar dapat terus memberitakan kebenaran firman Tuhan yang menuntun perjalanan hidup kami sebagai pekerja-pekerja Kristen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *