Renungan Berjalan bersama Tuhan

Rambut Putih Mahkota Indah

Rambut Putih Mahkota Indah

Amsal 16:31

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Apakah Anda termasuk orang yang merasa gelisah ketika rambut sudah mulai memutih? Ada satu atau dua helai rambut putih, langsung dicabut. Tidak terasa di kemudian hari warna putih di rambut mulai banyak sampai kewalahan untuk mencabuti rambut putih! Dengan rambut yang mulai memutih, mulai muncul rasa tidak aman, takut orang mengatakan bahwa kita sudah tua. Akhirnya, kita pergi ke salon untuk menyemir rambut yang sudah mulai memutih. Ada yang minta disemir dengan warna hitam pekat, tetapi ada juga yang minta disemir dengan warna hitam kemerahan sehingga kalau terkena sinar matahari akan tampak berwarna  keungu-unguan. Pada intinya, kita menyemir rambut putih karena merasa risi, tidak enak, penampilan kurang ok! Kita menjadi tidak percaya diri lagi, terutama bila bertemu dengan generasi yang lebih muda.

Apa yang dikatakan oleh kitab Amsal? Rupanya berkebalikan dengan orang yang merasa risi ketika rambutnya mulai meputih. Kitab Amsal berbunyi, “Rambut putih adalah mahkota yang indah, yang didapat pada jalan kebenaran” (Amsal 16:31). Bagi Amsal, ternyata rambut putih itu merupakan “mahkota yang indah.” Rambut putih didapat bukan dalam waktu sekejap, melainkan bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun. Ada orang yang mengatakan bahwa tidak mudah untuk mengubah rambutnya menjadi putih semua. Ternyata hal itu membutuhkan waktu 70 tahun. Bagi saya terasa aneh, rambut putih itu sudah ditunggu selama 70 tahun, tetapi begitu muncul langsung disemir lagi menjadi hitam. Apakah tidak hal ini tidak kontradiktif? Maka bagi Amsal, “rambut putih” menjadi lambang “keindahan hidup seseorang”, yang melambangkan bahwa ia sudah banyak “makan asam garam”, banyak pengalaman hidup, jatuh bangun, suka duka, kegembiraam dan ratap tangis, kegagalan dan keberhasilan, yang semuanya itu sudah dilalui sejak rambutnya masih hitam hingga memutih saat ini. Bagi Amsal, orang yang sudah memasuki masa rambut putih, berarti orang itu sudah memiliki banyak pengalaman hidup. Amsal memberikan simbol bahwa rambut putih adalah “mahkota yang indah”. Artinya, orang itu senantiasa berjalan dalam kebenaran dan hidup benar-benar dengan takut akan Tuhan, apa yang dijalaninya setiap hari sungguh menempatkan Tuhan sebagai pusat hidupnya. Ia tidak hanya mengetahui tentang Tuhan, tetapi juga melibatkan Tuhan dalam realitas hidup sehari-hari. Penyertaan dan kekuatan dari Tuhan dirasakannya dalam menghadapi segala pergumulan hidupnya sehingga beban hidup yang terasa berat menjadi ringan, karena Tuhan menyertainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *