Renungan

Takut Akan Tuhan

Takut Akan Tuhan

 

Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya.

(Amsal 14:26)

 

Pada suatu tengah malam, hujan deras dan angin bertiup kencang. Mendadak lampu di tempat tinggal saya mati. Tak lama kemudian terdengarlah suara lirih namun penuh dengan rasa takut, “Papa, Papa di mana? Alden takut.” Tentu saja saya mengenal suara itu. Itu adalah suara Alden, anak pertama kami. Segera saya melangkah menuju kamarnya, memeluk Alden sampai akhirnya ia tertidur kembali.

 

“Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya” (Amsal 14:26). Sekilas tampaknya ada yang kontras di Amsal ini. Di dalam takut Tuhan malah ada ketenteraman, bahkan perlindungan. Bukankah takut dan ketenteraman serta perlindungan kerap kali tidak berjalan seiringan?

 

Namun, takut akan Tuhan mempunyai arti yang berbeda dengan rasa takut yang lain. Takut akan Tuhan berarti menghormati Tuhan karena mengenal siapa diri-Nya. Di dalam pengenalan akan Tuhan, kita mengerti betapa dahsyat kuasa-Nya bagi mereka yang percaya. Makin kita takut akan Tuhan, makin besar pulalah penyerahan diri kita kepada-Nya.

 

Tak jarang kehidupan ini memperhadapkan kita pada situasi yang membuat kita takut.  Kita takut karena menyadari betapa kapasitas diri tidak sebanding dengan besarnya pergumulan dan tantangan. Apa yang harus kita lakukan untuk menyingkirkan rasa takut itu?

 

Tak ada cara lain untuk mengalahkan rasa takut akan besarnya tantangan dan pergumulan selain dengan sikap takut akan Tuhan. Rasa takut atau hormat pada Tuhan akan membawa kita untuk mengenal dan mengalami betapa besar kuasa-Nya.

 

Di dalam terbitnya pengenalan kita akan Tuhan, tenggelamlah segala ketakutan.

(Wahyu Pramudya)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *