Khotbah Perjanjian Baru

Tetaplah Beriman Pada Kristus!

 

Derita

Di dalam ayat 29 dari kata kerja terakhir disebutkan kata “menderita”. Kata ini dalam bahasa aslinya yaitu Yunani merupakan kata yang unik karena adanya konotasi menderita terus-menerus, jadi bukan hanya menderita satu kali saja.

Berbicara mengenai penderitaan, kita perlu melihat apakah konsep penderitaan dalam Alkitab. Apakah orang Kristen berideologi menderita? Atau kekristenan itu adalah agama yang  menderita? Dengan jelas ayat ini menyatakan bahwa kita dikaruniakan bukan hanya untuk percaya kepada Kristus, melainkan untuk menderita terus-menerus untuk Dia. Apakah ini berarti bahwa Tuhan tidak menghendaki anak-anak-Nya menikmati kesenangan hidup, damai sejahtera, sebaliknya hanya untuk hidup menderita? Bagaimana Anda menanggapi pertanyaan-pertanyaan tersebut ini?  Di dalam Alkitab terdapat banyak ayat yang menasihati kita untuk rela menderita bagi Tuhan, seperti pada Kisah Para Rasul 14:22 “untuk masuk ke dalam kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.” Rasul Paulus dalam 2 Timotius 3:12 berkata: “Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus akan menderita aniaya.” Namun, ayat-ayat ini tidaklah cukup bagi kita untuk menyimpulkan bahwa Allah senang anak-anak-Nya menderita. Tidak demikian maksudnya. Kekristenan bukan agama derita. Pada hakekatnya, Allah tidak menghendaki kita menderita, sebaliknya Dia menghendaki agar anak-anak-Nya memeroleh berkat dan damai sejahtera, baik dalam segi emosi, rohani, maupun materi. Diaa tidak ingin anak-anakNya miskin, yang Dia inginkan adalah mereka dapat menikmati kecukupan dalam kepapaan mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *