Khotbah Perjanjian Baru

Tetaplah Beriman Pada Kristus!

Kita dapat melihat contoh konkret lain, yaitu suku Lewi. Mereka dipilih secara khusus untuk melayani Allah dalam kemah sembahyang. Mereka adalah satu-satunya suku Israel yang tidak memiliki bagian dalam pembagian tanah. Tetapi Allah melimpahi mereka dengan berkat yang luar biasa. Mari kita perhatikan. Di dalam Kitab Bilangan 26 tercatat jumlah orang Lewi, dihitung mulai usia satu bulan ke atas sebanyak 23.000 orang, tetapi jumlah suku Israel lain jumlah para laskar yang mampu keluar berperang, mulai dari usia 20 tahun ke atas adalah 601.730 orang. Rasio perbandingannya adalah 1:30. Kesebelas suku Israel lainnya harus mempersembahkan perpuluhan mereka untuk suku Lewi. Kita dapat lihat bahwa jumlah yang diperoleh oleh setiap orang dari suku Lewi itu sejumlah 3 kali lebih banyak dari satu orang suku Israel lain. Di sini tampak jelas bahwa Allah tidak ingin anak-anak-Nya menderita, melayani atau menyembah Dia dengan segala kekurangan dan kemiskinan. Singkatnya, kita harus memiliki konsep dan pengenalan yang tepat akan kata “penderitaan”, yaitu: apa tujuan apa kita menderita? Apabila kita menderita akibat kebodohan kita, maka itu harus dijadikan pelajaran berharga, jangan melakukan kebodohan lagi. Apabila kita menderita demi untuk Kristus, oleh karena kita beriman pada-Nya, maka kita akan dibenci, dimusuhi, disalahpahami bahkan bisa jadi kita diusir oleh keluarga. Ini sesuai dengan tujuan panggilan Tuhan pada kita, untuk menderita bagi Dia. Banyak sekali contoh tentang pengalaman penderitaan anak-anak Allah karena mereka beriman pada Kristus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *