Itulah yang dikatakan Amsal, bahwa hati itu ternyata dapat mempunyai sifat, karakter, dan sikap yang menuntut diri sendiri untuk bertanding dengan orang lain. Hati bisa tidak puas dengan dirinya sendiri ketika diperhadapkan dengan orang lain yang melebihi dirinya. Ketika diri berhadapan dengan orang lain, maka bisa terjadi “iri hati”. Iri hati muncul karena hati itu sendiri tidak pernah merasa puas dengan apa yang ada di dalam dirinya; apa yang dipunyai tidak pernah memberikan kebanggaan atau rasa berhasil. Selain itu, iri hati muncul karena terus-menerus mengembangkan pola hidup yang selalu membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain; bisa juga terjadi dalam bentuk materi, misalnya, rumah, mobil, televisi, perhiasan, investasi, kekayaan, pakaian, perhiasan, sepatu, tas bermerk, dan masih banyak lagi yang bisa dibandingkan dengan pihak lain, bisa perorangan, antarkeluarga, tetangga, dan sebagainya.
Tulang yang Busuk
September 25, 2018