Sikap seperti ini menunjukkan bahwa sebenarnya kehendak belum takluk kepada iman. Egonya masih memimpin, bukan imannya. Beriman bahwa Allah sanggup melakukan tetapi dengan cara saya, menunjukkan bahwa baru rasio yang takluk. Kehendak belum takluk karena masih memohon (memaksa) Allah menuruti kehendaknya. Kehendak yang benar-benar sudah takluk kepada iman seharusnya menyerahkan secara penuh baik cara, baik waktu, maupun hasil kepada Tuhan. Pasrah total pada kehendak Allah. Tuhan Yesus menyuruh pegawai istana itu pergi dan ketika kehendaknya takluk kepada iman (yang timbul karena mendengar Firman) maka dia pergi. Tetapi kehendak dan rasio belum cukup bagi Tuhan. Inilah yang dimaksudkan oleh Tuhan Yesus ketika Dia berkata kepada pegawai istana itu “Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat kamu tidak percaya.” Tuhan menghendaki supaya emosi pegawai ini juga takluk.
Pegawai Istana: Iman vs Rasio, Emosi dan Kehendak
January 20, 2022