Dua orang buta itu bukan memiliki iman berdasarkan keinginan hati mereka untuk sembuh. Mereka percaya perkataan Kirstus yang bertanya kepada mereka “Percayakah kamu bahwa Aku dapat melakukannya?” Kedua orang buta itu memang pasti ingin sembuh, tetapi mereka sembuh bukan karena mempunyai harapan untuk sembuh dan kemudian “mengimani” harapan itu. Mereka bisa sembuh karena mereka percaya perkataan Tuhan. Karena mereka “mengimani” perkataan Tuhan Yesus. Cerita Pegawai istana dalam InjilYohanes menggambarkan pergumulan pegawai istana itu dengan cukup rinci untuk mengajarkan iman seperti apa yang seharusnya ada pada diri orang percaya. Kalau kita melihat cerita Yohanes ternyata ada tiga pergumulan iman yang digambarkan oleh Yohanes yang harus dilalui oleh pegawai istana itu supaya imannya berkenan kepada Allah.
Pegawai Istana: Iman vs Rasio, Emosi dan Kehendak
January 20, 2022