Khotbah Perjanjian Baru, Khotbah Topikal

Pegawai Istana: Iman vs Rasio, Emosi dan Kehendak

Iman sebesar biji sesawi (biji yang paling kecil yang diketahui pada zaman itu) sudah lebih dari cukup untuk melakukan segala perkara (bandingkan dengan Luk 17:1-6). Tuhan tidak mau ada satu bagian dalam diri kita, sekecil apa pun, yang ragu-ragu atau bimbang. Dengan demikian iman yang sejati adalah penyerahan total seluruh rasio kita, emosi kita dan kehendak kita, yaitu seluruh diri kita, kepada Allah dan FirmanNya. Itulah iman yang sejati yang diharapkan oleh Tuhan Yesus. Iman yang sejati juga tidak melihat hasil akhir sebagai hal yang menentukan. Apa pun hasilnya, termasuk yang mungkin tidak sesuai dengan harapan kita, kalau memang itu adalah kehendak Allah, maka harus diterima dengan ucapan syukur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *