Khotbah Perjanjian Baru, Khotbah Topikal

Pegawai Istana: Iman vs Rasio, Emosi dan Kehendak

Pergumulan iman ketiga yang dialami oleh pegawai istana ini adalah ketika dia sedang dalam perjalanan pulang. Alkitab memang tidak secara eksplisit mengungkapkan pergumulan pegawai istana ini, akan tetapi bahwa emosinya belum takluk terlihat ketika dia menanyakan pukul berapa anaknya sembuh (Yoh 4:52). Rupanya selama dalam perjalanan terjadi pergumulan emosi yang hebat. Dia belum percaya sungguh-sungguh bahwa anaknya sudah disembuhkan Tuhan Yesus. Emosinya belum takluk. Bukankah cukup banyak orang Kristen ketika melangkah dengan iman yang sudah menaklukkan rasionya dan kehendaknya kadang-kadang masih gelisah dan bertanya dalam hati apakah langkah iman saya sudah benar? Apakah Tuhan benar-benar mau menolong saya? Mengapa begitu? Karena hasil akhir seperti yang dijanjikan Allah belum terlihat, belum terbukti. Ya kalau terjadi, kalau tidak terjadi bagaimana? Ada kekuatiran bahwa hasil akhir itu tidak seperti yang Allah janjikan. Pegawai istana itu belum melihat tanda dan mujizat, maka emosinya terus bergejolak luar biasa. Damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal belum ada pada dirinya. Memang, ketika emosi belum takluk kepada iman, maka kebimbangan dan keraguan terus muncul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *