Alkitab mengatakan “lalu dia pun percaya, dia dan seluruh keluarganya.” (Yoh 4:53). Tuhan Yesus melihat kebimbangan dan juga kegelisahan emosional pegawai istana itu ketika dia berjalan pulang. Tetapi Tuhan Yesus tidak menghendaki model iman yang seperti itu. Tuhan menghendaki adanya penyerahan total seluruh diri kita, baik rasio, emosi maupun kehendak. Bagi Tuhan inilah iman yang sejati, karena itulah dalam Matius 17:20 Tuhan Yesus mengatakan bahwa kalau seseorang sungguh-sungguh beriman tidak ada hal yang mustahil bagi dia. Bagaimana bisa demikian? Karena seluruh diri orang itu sudah takluk pada kehendak Allah dan Firman Allah, maka seluruh rasio, emosi dan kehendaknya secara harmonis pasti sesuai dengan kehendak Allah. Dan kalau Allah yang berkehendak pasti tidak ada hal yang mustahil.
Pegawai Istana: Iman vs Rasio, Emosi dan Kehendak
January 20, 2022