Khotbah Perjanjian Baru, Khotbah Topikal

Pegawai Istana: Iman vs Rasio, Emosi dan Kehendak

Tuhan Yesus menghendaki bukan hanya rasio, tetapi juga kehendak dan emosi harus takluk kepada iman. Berarti penyerahan sepenuhnya dari seluruh diri orang tersebut. Barulah kalau itu terjadi maka Tuhan akan melihat orang itu sebagai orang beriman. Dan penaklukan emosi dan kehendak tidak terjadi secara otomatis ketika rasio takluk kepada iman. Perlu suatu proses lebih lanjut untuk menaklukkan kehendak dan emosikepada iman. Kadang-kadang proses itu adalah proses yang panjang, akan tetapi bisa juga suatu proses yang singkat. Paulus pernah mengalami pergumulan penaklukan rasio, emosi dan kehendak kepada iman itu ketika belum percaya. Selama 3 hari dalam kebutaan dia bergumul untuk mengambil keputusan mau percaya atau tidak. Bahkan sampai ketika Ananias datang dan menyembuhkan matanya yang buta Paulus masih ragu-ragu, padahal dia baru saja mengalami mujizat Allah melalui orang Kristen, yaitu Ananias (Kis 22:13-16). Pegawai istana dalam perikop ini mengalami suatu proses penaklukan rasio, emosi dan kehendak yang relatif sangat singkat, tetapi bukan berarti tanpa pergumulan yang berat, karena situasi yang dihadapi adalah situasi yang kritis dan genting. Anaknya hampir mati dan ternyata Tuhan Yesus menolak untuk datang menyembuhkan anaknya itu. Bayangkan betapa gelisah dan susahnya hati pegawai istana itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *