Tuhan Yesus mengasihi pegawai istana, anaknya dan juga seluruh keluarganya, sebab itulah Tuhan Yesus mau menolong pegawai istana itu sehingga imannya akhirnya mampu menaklukkan emosinya, yaitu dengan memberikan kesembuhan kepada anaknya. Melalui kesembuhan anaknya Pegawai Istana itu akhirnya percaya kepada Tuhan Yesus. Apa yang dinubuatkan oleh Tuhan pada saat pegawai istana itu datang bahwa dia baru akan percaya setelah melihat mujizat, benar-benar terjadi. Itulah iman sejati yang dimaksudkan oleh Tuhan Yesus. Iman yang sejati adalah karunia Allah sepenuhnya (Luk 17:5; Rm 12:3; 1Kor 12:9), bukan hasil pikiran kita, bukan hasil analisa kita, bukan karena kemampuan kita, dan juga bukan karena pengalaman kita, apalagi keinginan kita. Ketika seseorang dikaruniai iman yang sejati, maka bukan masalah berapa besar atau berapa kecil iman itu, akan tetapi apakah iman itu sungguh-sungguh ada atau tidak ada.
Pegawai Istana: Iman vs Rasio, Emosi dan Kehendak
January 20, 2022