Khotbah Perjanjian Baru

First Aid Kit

Namun, sebaik apa pun Zakheus, dia adalah kepala pemungut cukai. Maka, tidak bisa dihindari, semua orang melabeli dia orang berdosa, antek pemerintah Romawi. Dengan badannya yang pendek mungkin juga ada label-label lain yang dikenakan kepadanya. Nama Zakheus yang berarti murni mungkin juga membuat Zakheus merasa tertuduh karena hidupnya berlawanan dengan nama itu. Kemanapun dia pergi, label-label itu melekat pada dirinya dan tuduhan munafik juga terus mengikutinya. Maka, meskipun hartanya banyak, hatinya kosong.

Apa yang Zakheus Lakukan?

Zakheus mencari Tuhan Yesus!

Teks kita mengatakan bahwa ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, artinya dia sudah mendengar tentang Tuhan Yesus dan ia ingin mengenal-Nya, tetapi terhalang, selain oleh statusnya sebagai kepala pemungut cukai yang dianggap najis, juga karena badannya pendek, sedangkan pada waktu itu, Tuhan Yesus dikelilingi orang banyak yang tentu lebih tinggi dari padanya. Namun, Zakheus tidak putus asa. Dia berlari mendahului kerumunan itu dan naik ke atas pohon ara.

Mari kita bayangkan: kepala pemungut cukai, sekalipun dibenci oleh bangsa Yahudi, didalam pemerintah Romawi adalah jabatan yang bergengsi. Seorang pejabat, jalannya harus anggun, patang untuk lari, apalagi sambil memakai jubah, pasti harus ditarik ke atas, masih naik pohon lagi, itu sangat merendahkan dan memalukan. Namun, Zakheus tidak peduli; kerinduannya untuk melihat Tuhan Yesus mengalahkan rasa malu dan semua penghalang yang dihadapinya. Orang yang rindu untuk berjumpa dengan Tuhan Yesus, akan melakukan apa saja asal bisa berjumpa dengan-Nya. Itulah Zakheus.

Sikap Tuhan Yesus

Tuhan Yesus bisa saja mengacuhkannya. Bukankah Dia sedang sibuk melayani orang banyak? Apalagi Zakheus ada di atas pohon, pasti tidak mudah terlihat oleh-Nya. Namun, Tuhan Yesus justru  menyempatkan diri untuk berhenti dan melihat ke atas. Zakheus pasti kaget dan malu, sama sekali tidak menyangka akan ditoleh.  Pandangan Tuhan Yesus pasti diikuti oleh orang banyak dan diantara mereka mungkin ada yang mencibir atau paling sedikit berpikiran negatif. Namun Tuhan Yesus mengucapkan satu kalimat yang luar biasa bagi Zakheus: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” Wow! Seorang pemuka agama mau menumpang di rumah seorang kepala pemungut cukai? Belum pernah terjadi!

Umumnya para pemimpin agama Yahudi sangat memandang rendah pemungut cukai. Dimata mereka pemungut cukai itu orang berdosa, najis. Bersentuhan saja tidak mau, apalagi menumpang di rumahnya. Itulah sebabnya semua orang yang bersama Tuhan Yesus bersungut-sungut. Mereka mengkritik Tuhan Yesus yang mau menumpang di rumah orang berdosa. Namun bagi Zakheus, itu sebuah kehormatan yang luar biasa.  Sapaan Tuhan Yesus tentu sangat menyentuh hatinya. Bagi seorang Zakheus yang hatinya kosong, sentuhan kasih seringkali berbicara lebih keras dari pada teguran atau disiplin yang keras.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *