Khotbah Perjanjian Baru

First Aid Kit

Respons Zakheus

Dengan hati berbunga-bunga, Zakheus segera turun dan dengan sukacita menyambut Tuhan Yesus di rumahnya. Sebagai tanda bahwa dia bertobat, Zakheus berkata bahwa setengah dari miliknya akan dia berikan kepada orang miskin dan jika ada yang pernah diperasnya, akan dikembalikan empat kali lipat. Apa yang dilakukan Zakheus lebih dari yang dituntut oleh hukum taurat. Hukum Taurat hanya menuntut pengembalian dua kali lipat.

Dampak Pertobatan Zakheus

Tuhan Yesus berkata: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini karena orang inipun anak Abraham. Apa maksudnya? Maksudnya, bukan perbuatan Zakheus memberikan setengah dari hartanya dan mengembalikan empat kali lipat dari yang dirampas yang menyelamatkan Zakheus, melainkan bahwa itu semua adalah buah dari imannya kepada Tuhan Yesus. Tuhan Yesuslah yang menyelamatkan dan mengubah seluruh hidup Zakheus dari dalam.

Secara lahiriah, label-label yang dikenakan kepadanya mungkin masih melekat, tetapi semua itu tidak lagi mempengaruhi hidupnya.  Dia tidak lagi menjadi orang yang tertuduh, karena Tuhan Yesus sudah membayar lunas segala dosanya dengan darah-Nya. Melalui kesaksian dan perbuatannya, Zakheus bahkan menjadi berkat bagi banyak orang.

Jadi, masalah yang sama dampaknya bisa berbeda jika kita mau datang kepada Tuhan Yesus, bertobat dan menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. Dia sanggup dan mau mengubah hidup kita dari dalam, sehingga sekalipun segala sesuatu telah menjadi kacau oleh karena kesalahan kita, bukan hanya dipulihkan, tetapi juga bisa menjadi berkat bagi orang lain. Pada kenyataannya, tidak ada orang yang dapat menolong orang lain yang jatuh sebaik mereka yang pernah jatuh dalam hal yang sama.

Konklusi

Hari ini, apakah ada di antara Saudara yang mengalami seperti Amanda Tod dan Zakheus?  Saudara tidak perlu menghancurkan diri Saudara sendiri dengan terus berputar-putar dalam masalah dan penyesalan. Tuhan Yesus berkuasa dan rindu memulihkan hidup kita dan menjadikan kita berkat Dia tidak pernah menolak orang yang datang kepada-Nya dengan tulus hati. 

Masalahnya, maukah kita datang kepada-Nya dan berkata: “Tuhan, ampuni saya karena saya telah memilih jalan yang salah. Sekarang semuanya telah menjadi kacau dan saya tidak mampu menanganinya. Namun saya percaya bahwa Engkau sanggup dan mau menolong saya. Karena itu saya mau serahkan semuanya kepada-Mu.”

Sebaliknya, jika kita bertemu dengan orang-orang seperti Amanda Tod dan Zakheus, marilah kita menjadi orang pertama yang mau memberi diri menjadi sahabatnya. Menerimanya apa adanya dan mendampinginya untuk menemukan kasih Kristus.

Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *