Renungan Berjalan bersama Tuhan

Jauh di Mata Dekat di Hati

Memang agak sedikit puitis, tetapi bahasa itulah yang dipakai oleh Paulus untuk menggambarkan bagaimana relasi yang dekat itu benar-benar mendatangkan sukacita. Mengapa? Karena melalui hubungan yang dekat itulah mereka dapat saling menguatkan. Pada saat ada yang mengalami kesulitan atau memiliki beban hidup yang berat, mereka akan mendapatkan kekuatan yang sesungguhnya dari sahabat-sahabat, rekan-rekan yang saling mendoakan. Satu batang lidi tidak akan berfungsi apa-apa kecuali jika disatukan sehingga menjadi sapu lidi yang dapat digunakan untuk menyapu halaman yang kotor. Kebersamaan Paulus dengan jemaat Tesalonika sangat akrab, saling menguatkan dan mengasihi. Bahkan kedekatan hubungan itu membuat Paulus berani dengan terbuka menegur keras dan mengingatkan agar mereka benar-benar bertobat tatkala orang-orang di Tesalonika mengalami banyak tantangan berat. Semua itu dilakukannya karena satu hal, yakni kasih Allah. Tidak ada motivasi Paulus yang lain kecuali kasih Allah yang terus mendorongnya untuk mengingatkan jemaat Tuhan akan kehidupan mereka yang tidak benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *