Demikian juga dengan tindakan-tindakan lain, seperti perbuatan tidak jujur, berbohong dengan pasangan kita atau dalam pekerjaan, perselingkuhan dan pengkhianatan terhadap janji pernikahan, dan sebagainya. Ketika semua itu dilakukan pertama kali, pasti hati kita dipenuhi ketakutan dan jantung kita berdebar-debar. Akan tetapi, setelah sekian kali dilakukan, maka tindakan itu sudah menjadi biasa, bahkan tidak pernah merasa berdosa. Itulah yang dimaksud oleh Paulus bahwa kita orang berdosa mampu mematikan kebenaran yang mengingatkan hati kita. Kebenaran menjauh dari hidup kita, dan pada saat semakin jauh, di sanalah kematian terhadap kebenaran ada di dalam diri kita. Amsal mengatakan siapa yang terus mengejar kebenaran, akan memperoleh kehidupan. Manusia yang berdosa telah mati terhadap kebenaran, tetapi mereka yang hidupnya mencari kebenaran dalam firman Tuhan pasti akan memperoleh kehidupan dari kebenaran itu sendiri. Kebenaran dapat dikenal dengan baik, dapat dimengerti, dan dilakukan dalam hidup kita. Bukan itu saja, kebenaran itu akan memerdekakan kita. Amin.
Kejarlah Kebenaran dan Kasih
December 9, 2018