Walaupun makna kata simpati dan empati itu berbeda, keduanya tetap mengajak kita untuk peduli pada kondisi orang lain, bukan mengabaikan atau justru mengolok-olok orang lain dalam kondisinya yang buruk.
“Siapa mengolok-olok orang miskin menghina Penciptanya; siapa gembira karena suatu kecelakaan tidak akan luput dari hukuman” (Amsal 17:5).
Amsal ini adalah peringatan bagi orang-orang yang menertawakan kondisi buruk yang terjadi pada orang lain. Ada Tuhan yang melihat dan menilai sikap kita terhadap kondisi buruk orang lain.