Renungan

Terpancar Kehidupan

Terpancar Kehidupan

 

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

(Amsal 4:23)

 

Suatu kali saya memperhatikan orang yang baru saja membeli telepon seluler baru. Setelah menerima telepon seluler itu, ia tidak langsung pergi. Ia membeli benda-benda pelengkap telepon itu seperti menambahkan plastik antigores untuk layar telepon selulernya, softcase atau hardcase, dan pelbagai aksesoris lainnya. Tujuannya jelas, yakni agar telepon seluler yang mahal itu terjaga dalam keadaan yang baik. Kita berusaha menjaga dan merawat barang-barang dengan baik. Namun, apakah sebaik itu kita menjaga hati kita?

 

“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan” (Amsal 4:23).

 

Amsal ini mengingatkan kita bahwa ada satu hal yang berharga yang harus kita jaga dan rawat: hati. Dalam perspektif penulis Amsal, hati bukan sekadar berbicara tentang perasaan, melainkan juga tentang pusat kehendak manusia. Sebagai pusat kehendak manusia, hati harus terus terjaga sehingga tidak tercemar oleh luka yang tak terselesaikan. Hati yang terluka atau bahkan hati yang membatu karena pengalaman pahit hanya akan memancarkan kepahitan dan luka itu.

 

Hati atau pusat kehidupan yang jernih akan memancarkan perilaku kehidupan yang bersih. Perilaku kehidupan yang bersih tidak akan membuat orang risih. Sebaliknya, situasi keluarga, pekerjaan, dan pelayanan pun makin kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *