Percaya
Asal katanya adalah “pisteuein”, yang ditulis dalam bentuk infinitif aktif; konotasi bahasa aslinya adalah: percaya terus-menerus. Butir kedua ini berkaitan erat dengan butir pertama; oleh karena kita percaya kepada Kristus, maka kita rela menderita. Di dalam dunia yang penuh dengan kompromi ini, untuk percaya kepada Kristus, mau tidak mau dan tidak dapat ditawar-tawar lagi, kita akan menderita. Tuhan Yesus dengan terang-terangan bersabda, “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu” (Yohanes 15:8). Dunia membenci Kristus dan para pengikut-Nya, karena dunia ini gelap dan sangat membenci terang. Kristus datang sebagai Terang yang akan menyingkapkan kegelapan mereka. Saya ingin memberikan contoh praktis dalam kehidupan kita. Anda adalah mahasiswa Kristen di tengah-tengah rekan-rekan yang tidak seiman dengan Anda. Contek-menyontek, menyewa orang untuk membuatkan skripsi atau makalah lazim dipraktikkan. Anda yang tidak bersedia melakukan hal yang sama dengan mereka akan menjadi dimusuhi bahkan dikucilkan oleh mereka. Anda akan menjadi bulan-bulanan mereka, dan mereka kuatir Anda akan membocorkan perbuatan mereka pada pihak kampus. Anda adalah seorang pegawai yang bekerja di antara para pegawai yang beretos kerja santai, sementara atasan Anda giat bekerja. Sebagai orang Kristen, Anda bekerja dengan etos kerja yang tepat, dengan motivasi untuk memuliakan Allah. Para pegawai lain tentunya tidak menyukai sikap Anda, sehingga Anda sering dicela sok alim, ingin cari muka, dan lain sebagainya.