Mari imani janji Allah “percaya Yesus Kristus kamu selamat, kamu dan seisi rumahmu”. Imani janji Allah dengan cara:
- Jangan berhenti mendoakan anggota keluarga, bukan melawan mereka apalagi menghina kepercayaannya. Bersaksi di tengah keluarga itu lebih sulit, apalagi jika kita posisi anak atau yang lbh muda. Semua kejelekan kita diketahui oleh keluarga. Jadi doa tidak boleh berhenti. Tapi jangan doa begini: ‘Tuhan tolong cuci mulut anak saya karena dia kurang ajar’; ‘Tuhan ijinkan ia kena kanker paru2 karena sudah dibilangin berhenti rokok tapi tidak mau dengar’. Doakan agar anggota keluarga alami sendiri kasih Tuhan yang tak bersyarat.
- Berdoalah mohon kesabaran. Waktu Allah jarang sama dengan waktu kita.
- Berdoalah untuk orang Kristen lain supaya mereka bisa beri kesaksian yang berpengaruh buat anggota keluarga kita. Saya tidak pernah menyangka alm papa saya mau dengerin pendeta dari gki bungur waktu ia kena urat kejepit di leher karena jatuh. Kunjungan dari pendeta tersebut adalah titik awal alm papa saya makin terbuka dengar tentang agama Kristen. Sebelumnya peristiwa itu, ia gak pernah mau dengar.
- Berdoalah supaya dapat kesempatan demi kesempatan untuk tunjukin kasih bukan menekan atau menakut-nakuti. Bersaksi di keluarga lebih sulit kalau pakai perkataan meski kita tidak boleh abaikan cara verbal. Lebih efektif jika kita tunjukin lewat kelakuan, perhatian dan bantuan konkrit. Bijaksanalah untuk tidak neken anggota keluarga buat segera ambil keputusan, kecuali kalau sudah diambang ajal.
- Jangan putus asa.
Di abad 5 masehi, ada seorang ibu yang beriman pada Kristus mendatangi Bishop di Milan dan menangis di hadapannya. Sang ibu minta agar Bishop tersebut bicara kepada anak lakinya yang hilang krn pergaulan. Bishop tersebut menghapus air mata ibu tersebut dan berkata: “sungguh tidak mungkin anak yang di doakan sampai seperti itu bisa terhilang & tidak kembali”. Ibu itu bernama Monica dan anak laki tersebut adalah Agustinus yang akhirnya percaya Kristus dan menjadi salah satu tokoh raksasa iman dalam sejarah gereja. Ibu Monica berdoa dan berdoa tanpa putus asa agar anaknya kembali kepada Tuhan.