Kita perlu memiliki kemantapan akan makna ayat 31, sebab implikasinya sangat krusial bagi kesaksian di keluarga. Jika ayat 31 bukan janji Allah, tetapi sebuah contoh representatif yang berlaku hanya di abad pertama masehi, yah kita tenang-tenang aja untuk bersaksi di tengah keluarga karena itu belum tentu kejadian.
Tetapi jika ayat 31 adalah janji Allah yang sifatnya universal disepanjang sejarah komunitas Kristen, maka Yesus yang kita saksikan secara verbal dan melalui perbuatan tidak akan pernah sia-sia. Jika ini janji Allah, Allah akan berperan di belakang layar menebus seluruh keluarga kita menjadi milikNya.