Khotbah Perjanjian Baru

Mengasihi dalam Kebenaran

Oleh: Pdt. Budianto Lim

1 Yohanes 3:18

Mengasihi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. Sebenarnya tema ini bukan perlu dikhotbahkan tetapi dilakukan bersama-sama. Soalnya itu esensi ayat 18. Arti ‘mengasihi dalam atau dengan kebenaran’ dalam konteks 1 Yohanes 3 tidak dibungkus dengan pemikiran-pemikiran filsafat yang abstrak dan kompleks.

Kita semua menangkap jelas inti ayat 18: Mengasihi tidak bisa dan tidak boleh hanya dibicarakan, dikhotbahkan, diomongin, didiskusikan, diperdebatkan dan lain-lain, tetapi harus dipraktekan – harus dibuat konkrit. Itu arti sederhana ayat 18. Sederhana, karena kita tidak bisa melepas kaitannya dengan ayat 17.

Yakobus 2:15-16 memberi contoh konkrit yang amat mirip. “Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari, dan seorang dari antara kamu berkata: “Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!”, tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?

Orang yang ngomong demikian belum benar-benar mengasihi, karena hanya ngomong padahal dia punya kain panas untuk menghangatkan dan makanan untuk mengenyangkan orang yang membutuhkan. Itu NATO-No Action Talk Only. Jadi mengasihi dalam kebenaran adalah benar-benar mengasihi yang ditunjukan konkrit. Motivasinya cuma satu: mengasihi karena kita sudah menerima kasih Allah. Jadi mengasihi bukan sebagai pernyataan atau slogan, tetapi bener didemonstrasikan dalam tindakan yang keliatan.

Saya bersyukur krn komunitas GPBB bukan hanya sudah mengerti tetapi juga sudah melakukan. Beberapa kali kita dengar Sdr/i yang butuh bantuan karena sakit, komunitas ini langsung respon bersama-sama beri bantuan konkrit berupa dana. Besar kecil kuantitas itu nomor 2. Tetapi motivasi waktu ikutan beri bantuan yang perlu kita perhatikan. Apakah kita hanya ikut-ikutan karena gak enak dan sungkan atau kita lakukan sebagai respon syukur karena Allah sudah memelihara dan mengasihi kita? Motivasi ini yang harus terus diperiksa dan Tuhanlah hakim atas motivasi kita. So, to love ‘in truth’ in 1 John simply means to love truly, as distinct from loving in word only. Ini arti yang seharusnya tidak mungkin kita kelewat dari ayat 18.

Saya mau mengajak jemaat untuk masuk ke dalam sedikit. Yaitu arti kata ‘kebenaran’ tapi masih dalam konteks kalimat ayat 18. Untuk itu saya mau ajak jemaat lihat satu video ini.

Tindakan sang ayah benar-benar sebuah demonstrasi mengasihi anaknya. Bapak itu mengasihi dalam kebenaran bagi anaknya yaitu ia bukan cuma diem di tempat sambil berharap anaknya bisa tahan. Tetapi ia keluar dari zona nyaman dan aman, ambil resiko melanggar peraturan, ia dampingi anaknya. Tanpa demonstrasi tindakan seperti itu, kita tidak akan pernah tahu kasih yang benar-benar mengasihi. Dan saya percaya atlet lari tersebut mengalami kasih bapaknya bukan cuma di lapangan waktu cidera, tetapi sudah terjadi dalam persiapan dan dlm hidupnya. Sang bapak setia mengasihi anaknya, meski ia gagal dalam olimpiade tersebut karena cidera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *