Khotbah Perjanjian Lama

Musim-musim Kehidupan

Aku tahu bahwa untuk mereka tak ada yang lebih baik dari pada bersuka-suka dan menikmati kesenangan dalam hidup mereka.

Coba Saudara perhatikan, solusi Tuhan itu begitu sederhana. Saat engkau tidak mengerti, mengapa itu terjadi, tidak usah mumet-mumet rek. Tidak usah dipikir sampai migrainnya kumat. Tidak usah, Saudara. Kalau aku tidak ngerti, lebih baik apa? Bersuka-suka. Kadang saya gedhek-gedhek tidak ngerti. Ya ampun, begitu to Tuhan. Terus apa? Nikmati kesenangan dalam hidup ini. Ya ampun, kalau gitu kita bisa rileks. Inilah jalan keluar dari Tuhan kita Saudara. Lha daripada mumet-mumet nganggo dipikir barang, lha yo wis mbok seneng-seneng. Yuk kita nikmati hidup ini. Lho keto’e sepele lho, tapi ini jawaban Tuhan. Yang terakhir, mari kita baca ayat 13.

Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah.

Haduh. Nikmat banget, Saudara! Daripada kita tidak tahu lalu harus cari-cari tahu dan pasti bakal tidak tahu, malah tahu-tahu tersesat, yuk habis ibadah ini, kita makan minum. Setuju? Nikmati hidup ini, Saudara. Mungkin Saudara berpikir, lho kok pak Andy ngajari sikap hedonis? Tidak Saudara. Sebab menikmati kesenangan itu adalah pemberian Allah dan kita menikmatinya setelah kita berusaha dan berjerih-payah. Yuk, kita nikmati pemberian Tuhan hari ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *