Khotbah Perjanjian Lama

Musim-musim Kehidupan

Semuanya sudah ditentukan oleh Tuhan. Manusia tidak dapat menambah atau menguranginya. Mau nggak mau ya itu adanya. Inilah kedaulatan Allah yang mutlak. Inilah kesempurnaan Allah. Kita harus menerimanya begitu saja. Kalau tidak, semakin kita protes dan tidak terima, semakin kita tertekan dan stress. Itu percuma saja sebab Tuhan tidak akan menambah atau mengurangi sedikit pun apa yang sudah Ia tentukan. Karena itu, di sini kita kembali diingatkan oleh Tuhan bahwa ketika melalui musim-musim hidup kita, hendaknya kita senantiasa berpaut kepada Tuhan. Di musim apa pun kita berada… di kutub mana pun kita berada, kita tetap hanya bergantung kepada Tuhan.

Bila kenyataannya hidup ini harus kita jalani dengan musim-musim seperti itu, bagaimana kita harus bersikap di dalam hidup? Sang Pengkhotbah memberikan jawaban yang begitu indah. Karena apa? Karena di dalam perjalanan hidup kita ini, ada sesuatu hal yang tidak bisa kita lihat. Ada sesuatu yang tidak bisa kita mengerti sebagai manusia. Dan di sanalah tangan Tuhan itu bekerja. Inilah yang ditulis oleh sang Pengkhotbah di ayat 11. Mari kita baca bersama-sama ayat ini.

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka.

Firman Tuhan itu merupakan jaminan bahwa tangan Tuhan itu bekerja di dalam perjalanan hidup kita.

Saudara bisa merasakan atau tidak, melihat atau tidak, mendengar atau tidak, Tuhan tetap bekerja di dalam setiap musim kehidupan kita. Ini merupakan suatu janji sangat melegakan di dalam kehidupan kita.

Saudara yang dikasihi Tuhan. Ayat 11 ini merupakan ayat favorit dan biasanya menjadi ayat pilihan bagi mereka yang akan menikah. Bener tidak? Pengkhotbah 3:11 sering dikutip dalam undangan. Setiap kali saya terima undangan, saya berkata dalam hati, “Waduh calon pengantinnya ngefans dengan kitab Pengkhotbah.” Namun, saya harus mengingatkan… ini baru separuh lho. ‘Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya’ itu belum lengkap. Jangan dipotong. Karena apa? Karena masih ada lanjutannya: Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Barangkali ayat 11 bagian awal memang pas untuk resepsi nikah Saudara. Indah pada waktunya mereka menikmati kebahagian pernikahan saat itu. Menjadi raja dan ratu sehari. Tapi, jangan kaget…. Setelah masuk ke dalam kehidupan rumah tangga… lho aku kok tidak ngerti ya nek kon koyok ngono. Lho jebule ngene. Lha pas pacaran kok indah-indah ya. Kok enak-enak tok ya. Lho, ternyata kok banyak sekali masalah ya dalam keluargaku. Aku kok tidak bisa mengerti ya, mengapa semua itu bisa terjadi.

Sering dalam memberi nasihat pernikahan, saya pakai ayat itu. Satu ayat ini cukup. Memang indah pada saat itu, tapi juga Saudara harus mengerti, saatnya nanti engkau tidak bisa mengerti, mengapa ini semua terjadi di dalam kehidupan rumah tanggamu. Perhatikan. Saudara manusia, saya manusia tidak dapat menyelami pekerjaan Allah dari awal sampai akhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *