Khotbah Perjanjian Lama

Musim-musim Kehidupan

Saudara yang dikasihi Tuhan. Dari bagian ini, kita juga melihat bahwa hidup itu sangat menarik. Bukan saja karena hidup itu selalu berubah dan bervariasi, melainkan juga karena sebagai manusia kita diberi kemampuan untuk melihat, baik ke belakang maupun ke depan. Namun, di balik itu semua tetap saja selalu ada misteri. Kita tidak tahu persis apa yang sesungguhnya terjadi. Bukankah hal ini tidak jauh berbeda dengan satu ungkapan yang umum, yang mungkin Saudara pernah baca atau dengar: Yesterday is history. Tomorrow is mistery. Today is a gift. That’s why it’s called the present. Lha ngapain kita harus memikirkan masa lalu, itu sudah jadi sejarah. Lha ngapain kita harus manteng memikirkan bagaimana masa depanku, toh itu masih misteri. Tapi, today is a gift. Hari ini adalah pemberian. Itu adalah pemberian Allah. Dan oleh karena itu, orang menyebutnya present. Kalau orang Jawa mengatakan today is persen. Lho tidak seneng to Saudara nek diperseni. Ayo. Sopo sing ga seneng? Today is persen Saudara… itu persenane Gusti Allah. Karena itu nikmati today, nikmati hari ini. Kalau Saudara tidak bisa menikmati hari ini, sebetulnya Saudara tidak bisa nikmati persenane Tuhan.

Kalau memang begitu kenyataan hidup yang kita lalui dari musim ke musim, apa yang bisa kita lakukan?

Hal yang bisa kita lakukan adalah berusaha hidup sebaik-baiknya dari hari ke hari sebab siapa tahu besuk sudah tidak ada waktu lagi. Kalau Saudara masih mempunyai kesempatan untuk menikmati, untuk berbuat baik, lakukan itu sekarang. Siapa tahu, besok kesempatan itu sudah tidak ada lagi. Jangan kita berpikir tentang kehidupan yang akan datang, tetapi mengabaikan kehidupan yang ada saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *