Khotbah Perjanjian Lama

Musim-musim Kehidupan

Saudara yang dikasihi Tuhan. Tanpa kita sadari sesungguhnya jam ini mengajarkan kepada kita: sekalipun sekarang ada di gereja, kita bisa memastikan bahwa jam yang di rumah kita bekerja atau bergerak. Demikian juga dengan Allah. Tuhan tetap bekerja setiap waktu sekalipun kita tidak tahu, tidak mengerti, tidak bisa menyelami cara Allah bekerja. Sekarang bagaimana dengan Saudara? Kalau Tuhan sudah mau jadi jam untuk kita, maukah kita juga jadi jamnya Allah di dunia ini? Bagaimana caranya jadi jam? Yuk, kita baca bareng-bareng.

Dilihat orang atau tidak, dia tetap berdenting. Dihargai orang atau tidak, ia tetap berputar. Walau tak seorangpun mengucapkan terima kasih, ia tetap bekerja setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik. Teruslah berbuat baik kepada sesama kita, meskipun perbuatan kita tidak dinilai dan diperhatikan orang lain. Ibarat jam dinding yang terus bekerja. Walau tidak dilihat, namun senantiasa memberi manfaat bagi orang lain.

Itulah yang harus kita jalani di dalam musim-musim hidup kita. Teruslah jam hidup kita berdetak, tidak peduli ada orang yang mau menghargai atau tidak. Tidak peduli ada orang berterima kasih atau tidak. Tetep berdentang. Tetap terus bekerja memberi manfaat di dalam hidup ini Saudara. Itulah tugas kita semuanya sebagai anak-anak Tuhan. Di dalam setiap musim-musim yang sudah ditetapkan oleh Tuhan, kita pun tetap mau jadi berkat bagi orang lain. Teruslah berdenting!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *