Renungan

Pythagoras Cup and Greed

True story ini sudah sering saya sisipkan dalam khotbah di jemaat-jemaat. Biasanya saya langsung bertanya: “Kalau saudara, ambil berapa?” Secara spontan jemaat beramai-ramai menjawab: “Duaaaa!!” Sambil tersenyum saya lalu menegaskan: “Itu namanya serakaaah!” Biasanya jemaat tertawa-tawa. Rupanya penegasan itu toh terkena kepada putri saya sendiri juga.

Apakah saya sedang menjelek-jelekkan putri saya sendiri? Ah tidak, di sini ada persoalan besar. Putri kebanggaan kami ini adalah dokter yang studi spesialisasi dan bekerja di Jerman. Menurut saya dia seorang perempuan berhati emas dan bermental baja. Selalu bersedia menolong orang lain, tidak pernah merugikan orang lain apalagi menyakiti orang lain, kecuali kalau ia sedang menyuntik pasien tentunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *