Saat Musa memandang dari kejauhan ada nyala api di hadapannya, Musa tidak hanya berdiri di kejauhan, tetapi Musa menyimpang dan memeriksanya. Datang semakin dekat kepada nyala api itu, dan pada saat Musa mulai datang mendekat itulah terjadi pemulihan hubungan antara Musa dengan Allah. Dan saat itulah Allah memanggil Musa secara pribadi. “Musa, Musa!” Inilah suatu momen yang indah Saudara. Ini satu fakta yang begitu luar biasa. Saat Musa datang mendekat kepada nyala api ini, terjadi satu kontak, terjadi satu hubungan yang begitu intim. Itulah juga yang bisa terjadi di dalam hidup Saudara dan saya. Saat engkau datang mendekat pada Allah, engkau akan mendengar Dia memanggilmu, memanggil namamu seperti Allah memanggil nama Musa. Saudara inilah keindahan hubungan dengan Tuhan. Bukan dari kejauhan, tetapi saat kita mendekat, di sanalah keintiman itu terjadi. Itulah kekuatan yang luar biasa. Itulah yang menghubungkan kembali Allah dengan Musa. Sehingga yang tadinya kita melihat Musa hanya setumpukan abu di padang gurun Midian, kini saat Allah mulai menyapa Musa, seakan-akan tumpukan abu ini kembali hidup di hadapan Allah. Terjadi pemulihan dalam kehidupan Musa.
Semak yang Menyala-nyala Namun Tak Terbakar
August 25, 2017