Inilah yang harus kita pahami. Siapa pun Saudara, mungkin selama ini engkau merasa seperti Musa saat di padang gurun Midian. Aku sudah menjadi orang yang tidak berguna lagi. Aku hanya tumpukan abu. Aku tidak ada apa-apanya. Aku kosong. Aku tidak mampu. Tapi saat kita mau mendekat kepada nyala api itu, ‘AKU ADALAH AKU’ akan membakar kehidupan kita. Nyala api itu akan membangkitkan kembali apa yang tadinya sudah menjadi tumpukan abu ini menjadi kekuatan yang baru. Bukan karena kita, tetapi karena ‘AKU ADALAH AKU.’ Kalau tadinya Musa melakukan pekerjaan Allah dengan caranya sendiri. Sekarang kita melihat hal yang berbeda, ‘AKULAH AKU’ telah mengutus Musa. Kerjakan pekerjaan-Ku, dengan cara-Ku. Dengan cara ‘AKU ADALAH AKU.’ Bukan dengan caramu sendiri. Bukan dengan kehendakmu. No. Sekarang engkau harus melakukan secara berbeda. “AKULAH AKU telah mengutus kamu.” Ini bukan pekerjaanmu, dan engkau tidak akan mungkin melakukan dengan caramu. Ini pekerjaan-Ku, lakukan dengan cara-Ku.
Semak yang Menyala-nyala Namun Tak Terbakar
August 25, 2017