Sekarang perhatikan prinsip di dalam hidup Musa tadi. Hal yang sama terjadi. Saat Saudara seperti halnya kain yang tidak disatukan, saat Saudara ada di Mesir hidupmu, saat saudara melakukan pekerjaan Allah dengan cara Saudara sendiri, tidak masalah kok. Tidak ngefek. Tapi saat semak belukar yang seakan-akan tidak berharga itu mulai menyala, ‘AKU ADALAH AKU’ itu bersatu di dalam hidup Musa. Ada efek yang sangat besar. Demikian saat kita menyadari Kristus ada di dalam kita, ada efek yang dahsyat. Jangan Saudara mengira, alah aku ikut Tuhan Yesus ya biasa aja. No! Kalau di dunia saja ada undang-undang nomor 24 dan itu ngefek… apalagi saat ‘AKU ADALAH AKU’ ada di dalam hidup Saudara dan saya. Dahsyat efeknya! Itu artinya, kalau ada orang yang menyakiti engkau, ada orang yang merendahkan engkau, ada efek hukum di dalam Kerajaan Allah. Ini yang harus kita sadari. Sehingga saat orang lain menyakiti engkau, sama saja ia menyakiti Allah. Saat engkau direndahkan sebagai anak-anak Allah, itu bukan merendahkan dirimu sebagai manusia. Itu merendahkan Allah. Ya. Dan orang itu bukan lagi berhadapan dengan manusia, tetapi berhadapan dengan Allah. Berhadapan langsung dengan ‘AKU ADALAH AKU.’
Semak yang Menyala-nyala Namun Tak Terbakar
August 25, 2017