Khotbah Perjanjian Lama

Semak yang Menyala-nyala Namun Tak Terbakar

Kemudian kita mendapati peristiwa yang lain di dalam kehidupan Musa, setelah selama 40 tahun hidup di padang gurun Midian. Di dalam Keluaran 3 ayat 1 sampai ayat 14, kita melihat hal yang sangat berbeda dari apa yang dialami oleh Musa pada saat itu. Apabila pada saat dia di Mesir, dia menyalakan api manusia, namun kita melihat sesuatu hal yang berbeda yang terjadi di dalam kehidupan Musa. Ada nyala api lain yang membakar kehidupannya. ‘Nyala api Allah.’ Di sini kita melihat, suatu proses yang sama tetapi berbeda. Lalu ia, Musa melihat dan tampaklah semak duri itu menyala tetapi tidak dimakan api. Sekarang perhatikan kata ‘melihat’ ini, Saudara. Berawal dengan hal yang sama melalui penglihatan. Saat di Mesir Musa pun melihat. Saat di gunung Horeb pun Musa melihat. Kita menjumpai bagaimana Musa itu mulai melihat. Melalui penglihatan itulah, kembali nyala api itu menyulut di dalam hidupnya. Itu terjadi pada Musa saat ada di gunung Allah. Pada saat itulah, kita melihat timbul suatu perasaan ingin tahu yang suci dalam diri Musa akan nyala api itu. Sehingga ia memeriksa dengan cermat nyala api itu, Saudara. Dan apa yang terjadi? Saat Musa mulai menyimpang untuk memeriksanya, saat Musa mendekat ke nyala api itu, Allah memanggil Musa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *