Mulai saat ini, mari pegang prinsip ‘AKU ADALAH AKU’ yang ada di dalam kehidupan kita. Itulah yang menyalakan nyala api rohani kita, sehingga saat ini pun Saudara tidak bisa lagi berdalih, Pak Andy, aku hanya semak duri yang kurus. Atau mungkin Saudara mengatakan, aku semak duri yang gendut. Atau mungkin aku semak duri yang pendek. Aku semak duri yang tinggi. Aku semak duri yang masih muda. Aku semak duri yang sudah tua, aku sudah keropos. Bahkan mungkin Saudara merasa seperti semak duri yang sudah menjadi abu. Tidak masalah! Mengapa? Karena apa pun keadaan semak duri itu, perhatikan prinsip ini: semak duri yang mana pun dapat digunakan oleh Allah, asalkan ‘AKU ADALAH AKU’ ada di dalamnya. Amin? Wong Musa saja yang sudah jadi tumpukan abu bisa dipakai oleh Tuhan kok. Kita semua pasti bisa dipakai-Nya. Saya mendorong Saudara datang mendekat kepada-Nya saat ini… karena Tuhan mau lakukan di dalam hidup kita seperti halnya dalam hidup Musa. Mari saat ini kita ungkapkan kebenaran ini. Bukan dengan kekuatan kita, karena kita tidak bisa menjalani hidup ini sendirian. Kita tidak bisa menjalani hidup seperti halnya kain merah dan putih ini sendiri-sendiri. Saat kita sudah disatukan dengan ‘AKU ADALAH AKU’, kita bisa menjalani hidup ini dengan kekuatan Tuhan. Sehingga sekarang kita bisa mengatakan di hadapan Tuhan, bukan dengan kekuatanku Tuhan aku bisa menjalani hidup ini…
Semak yang Menyala-nyala Namun Tak Terbakar
August 25, 2017