Khotbah Perjanjian Lama

Semak yang Menyala-nyala Namun Tak Terbakar

Mari sekarang kita melihat yang pertama dari Keluaran 2 ayat yang 11 sampai ayat 15 tadi. Dalam ayat-ayat itu kita mendapati ada ‘nyala api’ dalam kehidupan Musa. Ini adalah ‘nyala api manusia’ yang membakar kehidupannya. Itulah yang dialami oleh Musa, Saudara. Perhatikan ayat 11 ini, lalu dilihatnyalah seorang Mesir memukul seorang Ibrani, seorang dari saudara-saudaranya itu. Saudara perhatikan kata ‘dilihatnyalah.’ Kata inilah yang menjadi sumber bagaimana nyala api itu mulai membakar manusia. Nyala api itu mulai membakar kehidupan Musa melalui penglihatan. Oleh karena itu, hati-hati dengan penglihatan Saudara. Penglihatan itu bisa membakar hidup Saudara. Macam-macam yang bisa membakar hidup kita. Bisa jadi saat Saudara melihat ada seorang wanita yang cantik dan seksi, nyala api nafsu itu bisa membakar hidupmu. Saat engkau melihat tetanggamu, kok dia lebih dari aku. Kok dia lebih banyak punya dari aku. Hati-hati Saudara, hati-hati terbakar dengan nyala api iri hati. Hati-hati kobaran itu juga bisa menghabiskan hidup Saudara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *