Dalam perjuangan hidup Rasul Paulus yang diungkapkan dalam 1 Korintus 9:24-27, Ia mengibaratkan kehidupan Kristen itu sebagai pelari yang harus memusatkan perhatian pada garis akhir, dan mengalahkan semua hawa nafsunya, untuk mendapatkan hadiah (belas kasihan Allah).
Kepada sang pemenang, orang Yunani menghadiahkan mahkota lambang kemenangan dan keunggulan. Ia menegaskan jika pemusatan perhatian dan penyangkalan diri diperlukan untuk mendapatkan hadiah yang gampang rusak, betapa lebih pentingnya mengejar mahkota yang tidak dapat binasa (ayat 25).