Sebenarnya, Paulus punya potensi besar untuk membanggakan dirinya. Jika ia berfokus kepada popularitas dirinya sendiri, maka ia bisa saja memanfaatkan kesempatan untuk merangkul kelompok yang menyebut diri sebagai “pengikut Paulus” itu untuk mengusir rasul-rasul lain yang menganggu popularitasnya.
Paulus berpotensi besar untuk memprovokasi dan menghasut orang banyak dengan menjelek-jelekkan rasul-rasul lain yang bertujuan untuk menarik banyak pengikut. Bahkan Paulus juga punya kemampuan mengerahkan massa untuk “berdemo” seperti yang sedang menjadi trend di negara kita ini. Namun, Paulus tidak melihat dirinya sebagai bos besar, tetapi ia datang dan mengatakan, “Aku ini bukan siapa-siapa, Aku dan Apolos hanya seorang pembantu, sebagai hamba Kristus”.